Sharing Session about Mobile Business di Info Media

Mendapatkan pengalaman yang berharga dengan memberikan sharing session di depan manager sebuah perusahaan besar di Indonesia itu adalah Anugerah, Kadang saya tidak pernah berfikir bisa sampai seperti ini, menjadi speaker di seminar dengan format round table.

66010_538825072812091_1143544291_n
430676_538825109478754_563754136_n

 

Iklan

Social Media Indonesia

Sempet melakukan tweet tentang data dan behavior pengguna Internet di Indonesia khususnya social media dari ADMA ( Asia Digital Marketing Association) untuk report tahun 2012. banyak hal yang menarik dibanding dengan tahun 2011.

beberapa tweet saya melalui @AgungpumA dengan hastag #ADMA2012

1. A Decisive 89% of Indonesian internet users visit social media sites‪ #ADMA2012‬

2. Mobile web users spend 24% of their internet time on social media sites ‪#ADMA2012‬

3. 62% of online Indonesians turn to social media sites when making purchasing decisions ‪#ADMA2012‬

4. Indonesia is the world’s eighth biggest Facebook market with reach of 87.4% ‪#ADMA2012‬

5. A sizeable 90% of Indonesia’s internet users actively maintaining a facebook account ‪#ADMA2012‬

6. In 2012, Facebook should have 49.1% million users in Indonesia‪#ADMA2012‬

7. Indonesia is the world’s fourth biggest twitter market with a reach of 21% ‪#ADMA2012‬

8. Indonesias send more than 1.29 mio tweets every day, or 15 tweet every second. And 87% of them are sent from mobile devices‪#ADMA2012‬

9. One fifth of online Indonesians have interacted with brands, product or companies via social media in the last year ‪#ADMA2012‬

10. There are more than 5.27 million blogs in Indonesia ‪#ADMA2012

Nah data diatas saya ambil dari ADMA yang di rilis bulan juli 2012. nah apa yang harus dilakukan brand saat mengetahui data diatas.

Beberapa Input dari saya mungkin bisa di aplikasikan di strategi semester 2 2012.

1. “One fifth of online Indonesians have interacted with brands, product or companies via social media in the last year”

Ini Menunjukkan bahwa ada sebanyak 10 juta pengguna Internet di Indonesia care dengan keberadaan brand di Social media, mereka berinteraksi dan melakukan percakapan dengan brand di Social media. nah bagaimana brand dapat melakukan engagement dengan 10 juta ini? perlu effort dan langkah2 yang tepat mulai melakukan awareness brand sampai ke tahap engagement. lakukan campaign yang tepat, buat 10 juta pengguna ini mempercakapkan produk anda secara positif dan buat mereka untuk mempromosikan produk anda. hal yang dapat dilakukan bikin treatment di social media, program online dan build komunitas

2. There are more than 5.27 million blogs in Indonesia

Jangan lupakan blogger, dengan adanya 5 juta blogger di Indonesia, ini adalah kekuatan sendiri untuk membentuk sebuah opini publik, bikin opini tentang brand anda dengan menggandeng blogger. banyak case study menunjukkan bahwa blogger sangat berpengaruh dengan pertumbuhan brand baik itu menjadikan brand menjadi Positif ataupun negatif. nah selalu buatkan plan dan tempat untuk para blogger dalam setiap campaign engagement mereka karena mereka ada Key Opinion Leader di Dunia Digital.

3. 62% of online Indonesians turn to social media sites when making purchasing decisions

Ini Sedikit mengejutkan, ternyata lebih dari setengah pengguna Internet di Indonesia menggunakan Social media sebagai pertimbangan membeli produk, hal ini sangat membantu sebuah brand apabila mereka mulai membuat strategy dimana mereka meningkatkan sales di Social media. sasar 30 Juta pengguna internet ini, buat system sales online di website dan interaksi di Social Media.

Sedikit Review dari saya, apabila ingin diskusi lebih lanjut dapat menghubungi saya melalui twitter @AgungpumA

Social Media are Tools, Content Marketing Is King

Hari ini Marketer indonesia dihebohkan oleh data dari Social Bakers, Bahwa pengguan Facebook Indonesia turun sebanyak 7 juta orang. (Last Week). Data ini adalah data jumlah akun yang di nonaktifkan di Indonesia sejak Facebook pertama sign up di Indonesia. apakah ini menjadi petaka buat marketer indonesia dengan strategy yang sudah dibuat di Social Media ????

Gambar dibawah ini adalah data dari Social bakers untuk negara yang paling banyak menonaktifkan akun facebooknya. perhatikan untuk negara Philipina turun sebanyak 16,5 juta, dan Jerman sebanyak 9 Jutaan

Dari data diatas ada beberapa alasan kenapa banyak yang meninggalkan akun Facebooknya, ada beberapa alasan yang menurut pengalaman saya dan saya temukan baik di diri saya sendiri atau teman-teman dekat saya (maklum saya belum melakukan riset beneran)

nah ada beberapa alasan antara lain sbb:

1. Akun kedua

Hal ini bisa disebabkan pada awal pembuatan akun Facebook banyak yang lupa password nya, sehingga mereka membuat akun baru lagi untuk bisa mengunakan Facebook kembali, nah kemana akun yang lama ini, nah akun-akun ini yang di non-aktifkan oleh pihak Facebook.

2. Akun Kloningan

Hal ini dipicu karena sebuah games yang sempat booming di facebook yaitu Poker, bayangkan dulu transaksi chip poker itu mencapai ratusan juta rupiah, dan para pemain poker ini banyak membuat akun kloningan untuk bermain poker, bertransaksi chip dan mentransfer Chip untuk di jual. sebagai contoh adik saya pernah memiliki 10-20 akun facebook untuk menjalankan bisnis chip poker ini. jadi apabila 1 akun memenangkan milyar chip di poker maka akun itu akan mentransfer chip itu ke akun yang baru lalu akun baru yang sudah terisi chip akan dijual ke pembeli. nah apabila akun baru chipnya habis maka akun itu akan dibuang dan seterusnya.

3. Akun selingkuh

Ini sedikit perkiraan tapi menurut data di amerika banyak perceraian di negara itu dipicu dari Facebook, nah untuk pengalaman teman-teman saya, mereka membuat 2-3 akun facebook. 1 facebook untuk terhubung dengan keluarga dan 2 lainnya untuk mencari gebetan baru. apakah anda melakukannya juga? hanya anda dan Tuhan yang tahu.

Sebagai catatan: saya memiliki 2 akun Facebook (1 di hack, 1 akun resmi pribadi)

Gambaran diatas membuktikan bahwa banyak hal yang terjadi dari beberapa analisa yang berhubungan dengan marketing, hal ini sebenarnya menjadikan marketer lebih tahu bagaimana menggunakan social media untuk brand. dan menurut saya marketing di Social media akan tetap harus dilakukan tetapi goal nya harus diubah.

“Social Media are tools, Content Marketing Is King”

Petikan diatas menjelaskan bahwa Social media adalah sarana saja, sama seperti channel-chanel marketing yang lain (TV, Radio, Majalah, Website, Billborads, dll)

Jadi dalam membuat Strategi Marketing tetap fokus pada konten dan fokus kepada konsumen dan tools yang digunakan bisa bermacam-macam. dan harusnya dalam membuat strategi marketing semua channel harus terintegrasi.

Untuk strategy di Online kita bisa menggunakan tools yang lain seperti website, email, social media, dan banner ads di portal-portal berbayar. sebagai gambaran Website adalah toko resmi kita dimana orang berkunjung untuk melihat produk kita, dan social media adalah event dimana orang berkumpul disuatu tempat yang sifatnya temporary sehingga kita harus bisa menggiring kerumunan di social media untuk berkunjung di toko resmi kita (website)

Untuk diskusi dan detail bagaimana selanjutnya menggunakan Social media dengan tepat untuk brand mari diskusi atau follow saya di twitter @AgungpumA

Mengatasi isyu negatif tentang Brand di ranah Digital

Apa yang terjadi apabila Brand ada tertimpa isyu negatif di ranah digital? “NGERI” jawab saya. Di era emarketing yang sudah horisontal seperti sekarang ini percakapan tentang brand baik yang positif ataupun negatif akan mudah terjadi. sering kita temukan banyak konsumen atau pelanggan Brand yang mengeluh akan service dan mutu produk yang tidak sesuai yang diharapkan. dan isyu negatif diranah digital sangat cepat menyebar sehingga brand harus bergerak cepat. nah bagaimana kita mengatasi kondisi seperti ini? nah ini beberapa langkah untuk menanggulanginya.

1. Identifikasi isyu Negatif

Mengidentifikasi ini penting, karena dengan mengidentifikasi isyu kita tahu siapa yang pertama menyebarkan, kenapa orang pertama ini menyebarkan dan tujuannya apa orang yang pertama menyebarkan ini. dengan mengindetifikasi kita dapat menelusuri isyu dan mengikuti alur isyu darimana dan sampai kemana isyu itu bergerak.

2. Kelompokkan isyu negatif

Mengelompokkan Isyu negatif adalah step setelah brand mengidentifikasikan isyu yang sudah didapat, kita bagi menjadi 3 kelas isyu negatif.
a. Isyu negatif ringan
Isyu ini hanya bersifat nyiyir dari pelanggan, biasanya terjadi spontan, dan penyebarannya masih belum luas dan biasanya isyu ini hilang sendirinya. isyu ini sering terjadi di Social media seperti facebook, twitter.
b. Isyu Negatif sedang
ISyu negatif bersifat sedang ini masih seperti isyu negatif ringan tapi perbedaannya isyu ini lebih luas penyebarannya, brand sudah menjadi percakapan tetapi belum sampai ditulis dalam sebuah blog atau media mainstream.
c. Isyu Negatif Berat
Isyu ini mungkin sudah menyebar diseluruh saluran baik social media, millis, media online atau malah ke media konvensional seperti koran dan televisi, nah bayangkan kalo brand anda terkena isyu negatif kelas berat ini. (bayangin aja ngeri). yang jelas buat marketer harus siapkan waktu, biaya, dan tenaga ekstra untuk menangulangi ini.

3. Action menyingkirkan Isyu Negatif

Setelah isyu negatif di identifikasi, di kelompokkan sesuai dengan kelas masing-masing. maka kita sudah mulai action untuk menyingkirkan siyu-isyu ini. ada beberapa trick untuk menanggulangi ini antara lain adalah sbb:
a. Dengan mengadakan press conference untuk mengklarifikasi isyu. dan menyebarkan ke seluruh media.
b. Menggandeng blogger untuk menulis brand dengan konten positif. sehingga konten negatif dapat tenggelam dengan konten positif.
c. Klarifikasi secara personal sesuai channel mana yang digunakan dalam meyebarkan isyu negatif. misal: kiat jawab email, mention di twitter, komentar di facebook, atau komentar di blog para penyebar isyu negatif tersebut.
c. Membuat aktifitas kuis di social media dengan metode testimoni, dan kuis ini bisa dilakukan secara reguler.
d. Memciptakan konsumen yang loyal (promoter) dengan metode ini kita akan terbantu klarifikasi secara organic.
e. Bangun akses point untuk berita positif tentang brand kita terlebih dahulu di ranah digital sebelum isyu itu ada, sehingga saat isyu itu muncul maka pelanggan yang mencoba cari tahu akan isyu negatif yang terjadi akan mendapatkan isyu positif yang sudah kita buat sebelumnya.
f. Buat eksekusi yang berfikir terbalik, metode WOMM sangat tepat untuk eksekusi ini karena dengan metode WOMM kita bisa merubah Isyu Negatif menjadi Isyu Positif.

Nah ini adalah dasar dari bagaimana mengatasi isyu negatif diranah online.

Catatan: karena penyebaran isyu negatif sangat cepat maka dalam mengeksekusi 3 hal diatas harus cepat. dan siapkan orang-orang yang paham betul tentang peta ranah digital.

Silahkan dicoba !!!!

Digital dan Social Media Indonesia 2012

Era 2012 adalah era dimana digital Marketing Khususnya Social Media sudah menjadi syarat wajib sebuah brand di Indonesia. semua brand sudah mulai hadir di Digital dengan mulai me re-design website hingga membuat channel brand di social media (Facebook Page, twitter, Youtube).
Perkembangan digital di Indonesia memang sangat cepat.  untuk Social media:  Pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 42.684.840 user dan menempati peringkat 4 dunia, twitter sebanyak 19.500.000 user dan menempati urutan ke 5.  dan pengguna Internet di Indonesia hampir berjumlah 60.000.000 Pengguna Internet. (sumber ADMA, Saling silang, Tempo.co)
Tujuan Brand masuk ke ranah digital juga bermacam-macam setelah kami amati ada 2 type yang menjadi tujuan brand untuk masuk ke ranah digital.
1. Digital Marketing sebagai media PR-ing.
Sifatnya Horisontal conversation, Disini Brand di tuntut untuk menjadi Brand yang mampu melayani semua yang diminta oleh konsumen, sampai digunakan mengklarifikasi semua isyu negatif yang berhubungan dengan Brand.  yang jadi kendala adalah banyak konsumen indonesia yang tidak menggunakan produknya tetapi ikutan menghembuskan isyu negatif dan akibatnya fatal untuk brand sendiri. dan hal ini perlu dilakukan cara menyingkirkan isyu negatif di Social media.
2. Digital Marketing sebagai tools untuk membangun Brand Awareness
Sifatnya Vertical disini Brand di gunakan sebagai toa sebuah brand untuk meperkenalkan brand baru, kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan  dan available sebuah brand. ini tugasnya lebih mudah karena sifatnya yg satu arah. tetapi brand disini banyak mengkombinasikan 2 type ini.
Solusi untuk brand di tahun 2012 di era perkembangan digital semakin pesat. ada beberapa tips yang mungkin dapat di adopsi di brand anda.
1. Set ulang Goal.
     – Dengan perkembangan digital online dan semakin unique behavior netizen di social media beberapa gola harus sudah diubah, kalo kita amati banyak golongan baru yang baru masuk didunia online (biasa disebut Ababil: ABG labil) dan kekuatan mereka sangat besar di social media khususnya di twitter. karena mereka sangat aktif dalam menciptakan perbincangan di social media. kalo kita amati Trenting Topic yang terjadi di Indonesia adalah hasil karya mereka. misal: Justin Bieber is my inspiration, #SUJUTHEREALWINNERS , #replacesongwithJOMBLO dll. tetapi di balik kekuatan yang besar ini mereka tidak memiliki daya beli yang tinggi, nah bagaimana anda memposisikan brand anda untuk konsumen yang sedang tumbuh subur di Indonesia ini.
2.  Gunakan Tools yang tepat
Planform atau channel brand di Digital dan social media sudah semakin banyak, jangan sampai terjebak kedalam role yang terjadi di digital online, dengan semakin banyak anda pilih maka biaya anda akan semakin membengkak.  maka pilihlah channel yang sesuai dengan brand atau pilih yang efektif untuk brand. untuk social media yang kami rekomendasikan adalah Facebook, Twitter, Linkedin, Pinterest, Youtube dan mungkin 1 produk lokal di Indonesia yaitu forum kaskus.
3. Bikin Campaign yang bersifat Jangka panjang
Setelah goal di set ulang, dan Sudah menentukan tools yang tepat untuk Brand langkah selanjutnya adalah mengabarkan keberadaan channel kita ke khalayak, nah bagaimana menyampaikan keberadaan brand ke khalayak? buatlah campaign yang bersifat jangka panjang. campaign yang bersifat jangka panjang itu bisa berbasis community, atau membuat campaign dengan content yang dapat di lanjutkan di tahap selanjutnya. Misal dengan membuat English day atau Pemilihan duta brand yang akan diselengarakan setiap tahun.