Dosen Tamu FEUI: Marketing PR dan WOM

Seminggu yang lalu tepatnya hari kamis 12 Mei 2016. kami diminta untuk menjadi dosen tamu di Kampus FEUI, karena sudah terbiasa sharing di kampus ini membuat saya merasa nyaman kalo sharing di kampus ini. beberapa materi yang saya sharing adalah bagaimana membuat conten WOM dan measurement campaign PR dan yang pasti case study yang mudah diterima para mahasiswa ini. dan terima kasih buat Ibu Sri Daryanti yang sudah mengundang saya untuk Sharing di FEUI dan yang pasti terima kasih atas dasi UI nya… 🙂 🙂

Saat sharing di kampus FEUI Depok
Saat sharing di kampus FEUI Depok
Saat sharing di kampus FEUI Depok
Saat sharing di kampus FEUI Depok
Saat sharing di kampus FEUI Depok
Saat sharing di kampus FEUI Depok
Foto bersama Mahasiswa dan Mahasiswi FEUI
Foto bersama Mahasiswa dan Mahasiswi FEUI
Iklan

Sharing Session about Mobile Business di Info Media

Mendapatkan pengalaman yang berharga dengan memberikan sharing session di depan manager sebuah perusahaan besar di Indonesia itu adalah Anugerah, Kadang saya tidak pernah berfikir bisa sampai seperti ini, menjadi speaker di seminar dengan format round table.

66010_538825072812091_1143544291_n
430676_538825109478754_563754136_n

 

Social Media Indonesia

Sempet melakukan tweet tentang data dan behavior pengguna Internet di Indonesia khususnya social media dari ADMA ( Asia Digital Marketing Association) untuk report tahun 2012. banyak hal yang menarik dibanding dengan tahun 2011.

beberapa tweet saya melalui @AgungpumA dengan hastag #ADMA2012

1. A Decisive 89% of Indonesian internet users visit social media sites‪ #ADMA2012‬

2. Mobile web users spend 24% of their internet time on social media sites ‪#ADMA2012‬

3. 62% of online Indonesians turn to social media sites when making purchasing decisions ‪#ADMA2012‬

4. Indonesia is the world’s eighth biggest Facebook market with reach of 87.4% ‪#ADMA2012‬

5. A sizeable 90% of Indonesia’s internet users actively maintaining a facebook account ‪#ADMA2012‬

6. In 2012, Facebook should have 49.1% million users in Indonesia‪#ADMA2012‬

7. Indonesia is the world’s fourth biggest twitter market with a reach of 21% ‪#ADMA2012‬

8. Indonesias send more than 1.29 mio tweets every day, or 15 tweet every second. And 87% of them are sent from mobile devices‪#ADMA2012‬

9. One fifth of online Indonesians have interacted with brands, product or companies via social media in the last year ‪#ADMA2012‬

10. There are more than 5.27 million blogs in Indonesia ‪#ADMA2012

Nah data diatas saya ambil dari ADMA yang di rilis bulan juli 2012. nah apa yang harus dilakukan brand saat mengetahui data diatas.

Beberapa Input dari saya mungkin bisa di aplikasikan di strategi semester 2 2012.

1. “One fifth of online Indonesians have interacted with brands, product or companies via social media in the last year”

Ini Menunjukkan bahwa ada sebanyak 10 juta pengguna Internet di Indonesia care dengan keberadaan brand di Social media, mereka berinteraksi dan melakukan percakapan dengan brand di Social media. nah bagaimana brand dapat melakukan engagement dengan 10 juta ini? perlu effort dan langkah2 yang tepat mulai melakukan awareness brand sampai ke tahap engagement. lakukan campaign yang tepat, buat 10 juta pengguna ini mempercakapkan produk anda secara positif dan buat mereka untuk mempromosikan produk anda. hal yang dapat dilakukan bikin treatment di social media, program online dan build komunitas

2. There are more than 5.27 million blogs in Indonesia

Jangan lupakan blogger, dengan adanya 5 juta blogger di Indonesia, ini adalah kekuatan sendiri untuk membentuk sebuah opini publik, bikin opini tentang brand anda dengan menggandeng blogger. banyak case study menunjukkan bahwa blogger sangat berpengaruh dengan pertumbuhan brand baik itu menjadikan brand menjadi Positif ataupun negatif. nah selalu buatkan plan dan tempat untuk para blogger dalam setiap campaign engagement mereka karena mereka ada Key Opinion Leader di Dunia Digital.

3. 62% of online Indonesians turn to social media sites when making purchasing decisions

Ini Sedikit mengejutkan, ternyata lebih dari setengah pengguna Internet di Indonesia menggunakan Social media sebagai pertimbangan membeli produk, hal ini sangat membantu sebuah brand apabila mereka mulai membuat strategy dimana mereka meningkatkan sales di Social media. sasar 30 Juta pengguna internet ini, buat system sales online di website dan interaksi di Social Media.

Sedikit Review dari saya, apabila ingin diskusi lebih lanjut dapat menghubungi saya melalui twitter @AgungpumA

Social Media are Tools, Content Marketing Is King

Hari ini Marketer indonesia dihebohkan oleh data dari Social Bakers, Bahwa pengguan Facebook Indonesia turun sebanyak 7 juta orang. (Last Week). Data ini adalah data jumlah akun yang di nonaktifkan di Indonesia sejak Facebook pertama sign up di Indonesia. apakah ini menjadi petaka buat marketer indonesia dengan strategy yang sudah dibuat di Social Media ????

Gambar dibawah ini adalah data dari Social bakers untuk negara yang paling banyak menonaktifkan akun facebooknya. perhatikan untuk negara Philipina turun sebanyak 16,5 juta, dan Jerman sebanyak 9 Jutaan

Dari data diatas ada beberapa alasan kenapa banyak yang meninggalkan akun Facebooknya, ada beberapa alasan yang menurut pengalaman saya dan saya temukan baik di diri saya sendiri atau teman-teman dekat saya (maklum saya belum melakukan riset beneran)

nah ada beberapa alasan antara lain sbb:

1. Akun kedua

Hal ini bisa disebabkan pada awal pembuatan akun Facebook banyak yang lupa password nya, sehingga mereka membuat akun baru lagi untuk bisa mengunakan Facebook kembali, nah kemana akun yang lama ini, nah akun-akun ini yang di non-aktifkan oleh pihak Facebook.

2. Akun Kloningan

Hal ini dipicu karena sebuah games yang sempat booming di facebook yaitu Poker, bayangkan dulu transaksi chip poker itu mencapai ratusan juta rupiah, dan para pemain poker ini banyak membuat akun kloningan untuk bermain poker, bertransaksi chip dan mentransfer Chip untuk di jual. sebagai contoh adik saya pernah memiliki 10-20 akun facebook untuk menjalankan bisnis chip poker ini. jadi apabila 1 akun memenangkan milyar chip di poker maka akun itu akan mentransfer chip itu ke akun yang baru lalu akun baru yang sudah terisi chip akan dijual ke pembeli. nah apabila akun baru chipnya habis maka akun itu akan dibuang dan seterusnya.

3. Akun selingkuh

Ini sedikit perkiraan tapi menurut data di amerika banyak perceraian di negara itu dipicu dari Facebook, nah untuk pengalaman teman-teman saya, mereka membuat 2-3 akun facebook. 1 facebook untuk terhubung dengan keluarga dan 2 lainnya untuk mencari gebetan baru. apakah anda melakukannya juga? hanya anda dan Tuhan yang tahu.

Sebagai catatan: saya memiliki 2 akun Facebook (1 di hack, 1 akun resmi pribadi)

Gambaran diatas membuktikan bahwa banyak hal yang terjadi dari beberapa analisa yang berhubungan dengan marketing, hal ini sebenarnya menjadikan marketer lebih tahu bagaimana menggunakan social media untuk brand. dan menurut saya marketing di Social media akan tetap harus dilakukan tetapi goal nya harus diubah.

“Social Media are tools, Content Marketing Is King”

Petikan diatas menjelaskan bahwa Social media adalah sarana saja, sama seperti channel-chanel marketing yang lain (TV, Radio, Majalah, Website, Billborads, dll)

Jadi dalam membuat Strategi Marketing tetap fokus pada konten dan fokus kepada konsumen dan tools yang digunakan bisa bermacam-macam. dan harusnya dalam membuat strategi marketing semua channel harus terintegrasi.

Untuk strategy di Online kita bisa menggunakan tools yang lain seperti website, email, social media, dan banner ads di portal-portal berbayar. sebagai gambaran Website adalah toko resmi kita dimana orang berkunjung untuk melihat produk kita, dan social media adalah event dimana orang berkumpul disuatu tempat yang sifatnya temporary sehingga kita harus bisa menggiring kerumunan di social media untuk berkunjung di toko resmi kita (website)

Untuk diskusi dan detail bagaimana selanjutnya menggunakan Social media dengan tepat untuk brand mari diskusi atau follow saya di twitter @AgungpumA

Political Campaign Revolution

Mungkin judul yang aku buat ini sangat luas dan bersifat kebarat-baratan, tapi memang saya sangat suka dengan judul tulisan ini. Karena saya berharap judul ini akan menjadi judul buku saya. (sedikit bermimpi boleh ya, hehehehehe)

Sejak membuat 1 media baru yang menyasar anak muda yang ingin berpolitik RI1.tv membuat saya harus banyak melihat, membaca dan belajar politik khususnya di Indonesia. Saya banyak belajar dari beberapa politikus besar di Indonesia mulai dari sekjen, Ketua pemenangan pemilu hingga ketua umu sebuah partai politik di Indonesia. dari beberapa percakapan yang saya lakukan.

Banyak peluang-peluang dalam hal berpolitik di dewasa ini. sejak berkembangannya internet di Indonesia, mulai banyak Social media yang menjadi tempat berkumpul rakyat indonesia. sejak Pilpres 2009 dan skr menuju Pilpres 2014. ada 1 tambahan media yang dapat dipergunakan oleh para kandidat presiden di pilpres 2014.

Di Amerika sendiri, negara yang lebih maju baik secara social maupun technologi, Presiden Amerika terpilih juga menggunakan social media dalam melakukan kampanye politiknya. kita akan analisa 3 hal yang dilakukan beliau dalam membuat plan berkampanye. Ada 3 hal garis besar yang dilakukan dan mungkin para kandidat di Indonesia dalam mengambil insight dari sini.

3 Point Campaign Obama:

1. Online menjadi platform untuk menyetir konten

Jelas disini strategi yang dilakukan Obama sudah bukan konvensional, semua ide kampanye nya adalah turunan dari ide yang berasal dari ide online yang diturunkan ke media konvensional. kenapa paltform online menyetir konten kampanye Obama? karena menurut saya online yang bersifat horizontal conversation (percakapan 2 arah) menjadi alasan untuk membuat konten dimana kegiatan konvesionalnya akan bersifat horizontal juga,atau mungkin saja media konvensional menjadi amplify untuk konten di media onlinenya. seperti yang kita tahu media konvensioanl seperti OOH (baliho, bilboard, poster dll) , TVC masih bersifat vertical conversation (percakapan 1 arah).

2. Integrasi campaign Online dan Offline

Kalo di Point pertama itu adalah bagaimana saat penggodokan ide, yang mana ide berangkat dari mana dulu, kalo di point 2 ini lebih bagaimana kita dapat mengintegrasikan antara strategi Online dan Offline agar selaras dan memiliki 1 tujuan yang sama. dimana dengan integrated ini maka apa yang akan disampaikan dan conversation yang akan dibangun memiliki alur dan muara yang sama.

3. New and Out of the box Ide

Di era internet ini strategi kampanye yang kuno sudah tidak berlaku lagi. Strategi yang out of the box dan belum pernah dilakukan akan lebih berefek untuk membangun elektabilitas seorang calon Presiden. selain itu ide yang baru akan banyak menarik simpati para pemilih sehingga di harapkan pemilih menjadi corong untuk merekomendasikan kandidat ke teman-teman atau ke keluarga mereka.

3 hal diatas adalah grand idea yang dilakukan Obama saat berkampanye di Amerika, nah bagaimana hal diatas dapat berjalan baik. hal ini tidak terlepas dari Obama untuk membangun karakter belaiu yang kuat sehingga 3 hal diatas sangat menggambarkan karakter beliau. Obama memiliki 4 hal yang selalu di tonjolkan dalam melaksanakan ide-idenya ini 4 hal itu adalah: Kesederhanaan, Konsisten, Relevan dan Integrasi

Sedikit mengulas Pemilihan walikota Bandung hari ini. Bahwa Karakter dan strategi yang relevan dan terintegrasi serta membangun percakapan 2 arah antara kandidat dan Pemilih sangat efektif untuk memenangkan suara pemilih.

Berikut ini testimoni dari beberapa teman di twitter tentang Kandidat yang memiliki charater dan kapabilitas lebih dipilih oleh rakyat dibanding dari partai yang mengusungnya.

“Senang melihat tokoh2 muda dengan kapabilitas dan integritas tinggi menang pemilukada. Akhirnya publik memilih #TokohTerbaik bukan parpol” – @Fadjroel

“Fenomena Jokowi dan Ridwal Kamil memperlihatkan rakyat gak terlalu peduli partai dibelakang, kualitas dan kredbilitas calon lebih penting” – @Gmontadaro

“Ridwan Kamil menang yah jd Walkot Bandung..Waah, keren yah… Skarang orang makin cerdas, ga milih partainya tp liat kapabilitas orangnya 🙂 ” – @Adzaniah

Sedikit tentang ulasan bagaimana membangun Campaign yang baik di era baru ini, masih banyak kekurangan dan analisa saya yang bersifat subjective (karena ini memang Blog) akan sangat berterima kasih untuk teman-teman yang mau memberikan masukan dan koreksinya.

salam

@AgungpumA