Indonesia sebagai negara Agraris yang selalu Import pangan

Beberapa perjalanan yang saya lakukan di daerah-daerah Indonesia, banyak hal yang berkembang, begitu juga profesi masyaratnya, tapi ada 1 profesi yang menurut saya sudah mulai berkurang, saya tidak tahu apakah pengamatan sekilas ini menggambarkan yang sesungguhnya. profesi yang mulia itu adalah petani. saya banyak melihat anak muda di sudut-sudut daerah di Indonesia banyak yang tidak mau memilih profesi ini. mereka lebih memilih merantau di kota untuk bekerja apa saja meskipun juga masih serabutan.

Menurut data BPS, ada beberapa bahan makanan yang Import cukup banyak di tahun 2013 ini antara lain: Beras, Jagung, Kedelai, Biji Gandum, Kentang, Singkong dan yang lain. sungguh ini membuat miris kami. bayangkan penduduk kita yang sejumlah 240 juta jiwa adalah pasar potensial untuk industri pangan, saat negara kita harusnya pasti bisa menyediakan kebutuhan ini kita malah import dari negara lain.

Hal ini harusnya sudah menjadi PR yang mendesak untuk dikerjakan oleh pemerintah, karena identitas kita sebagai negara agraris akan hilang. mungkin ini agenda yang harus didahulukan oleh para Capres yang akan maju di 2014. Pemerintah harus membuat program swasembada pangan dan meningkatkan keinginan anak muda untuk menjadi petani.

Bayangkan menurut data BPS, Sepanjang tahun 2012, impor beras mencapai 1,8 juta ton dengan nilai US$ 945,6 juta. Negara terbesar yang memasok beras ke tanah air adalah Vietnam dengan total 1,1 juta ton senilai US$ 564,9 juta. Selain itu, Thailand yang telah mengimpor 315,4 ribu ton dengan nilai US$ 186,2 juta sepanjang tahun 2012. Kemudian, India dengan total beras impor 259 ribu ton dengan nilai US$ 122,2 juta, Pakistan 133,1 ribu ton dengan nilai US$ 52,5 juta, China sebanyak 3.099 ton dengan nilai US$ 11,2 juta dan negara lainnya. Hal ini juga terjadi pada sumber pangan kedua terbesar kita Jagung. Pada tahun 2012, impor jagung mencapai 1,7 juta ton dengan nilai US$ 501,9 juta. Negara asal jagung impor terbesar adalah India dengan total impor 1,1 juta ton dengan nilai US$ 319 juta sepanjang tahun lalu. Kemudian Argentina, dengan total impor jagung ke Indonesia sebesar 286,3 ribu ton dengan nilai US$ 89 juta. Impor jagung dari Pakistan sebesar 146,2 ribu ton dengan nilai US$ 46 juta, Brazil sebanyak 74,4 ribu ton dengan nilai US$ 23 juta, dan Amerika Serikat sebanyak 44,2 ribu ton dengan nilai US$ 15,8 juta. (sumber: miti or id).

Bagaimana apakah kita seorang anak muda ikut serta membantu pemerintah kita untuk membuat program pertanian ini bisa memberikan support pangan keseluruh penduduk di Indonesia, apakah kita mau turun ke Sawah untuk mengembalikan nama Indonesia sebagai negara Agraris? silahkan untuk berpatisipasi

#JanganlelahmencintaiIndonesia

@AgungpumA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s